Dua Jenis Kiai Di Indonesia yang Populer

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Menurut Dosen Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha), KH. Ahmad Kanzul Fikri. M.Pd, ada dua macam jenis Kiai yang saat ini populer di masyarakat Indonesia. Dua jenis tersebut yakni "kiai panggung" dan "kiai sumur".

“Di Indonesia ini ada dua macam jenis kiai atau ulama dilihat dari aktifitasnya. Pertama kiai panggung dan kedua kiai sumur,” jelasnya saat mengisi pengajian umum dalam rangka penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unwaha Di Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Selasa (14/8).

Pria yang biasa disapa Gus Fikri yang juga pengasuh PP. Al Aqobah ini menjelaskan alasan pembagian jenis kiai ini karena beberapa alasan. Pertama kiai panggung, disebut kiai panggung karena setiap hari pekerjaannya mengisi pengajian dari satu panggung ke panggung yang lain. Mereka berdakwah dari kota hingga ke pelosok desa untuk menyebarkan agama Islam.

“Kiai panggung ini tiap hari kerjaannya pindah-pindah dari panggung satu ke panggung yang lain. Mereka jarang di rumah, tapi sekali pulang bawa berkat dari pengajian. Bahkan jadwalnya mereka padat dan penuh selama berbulan-bulan,” ujarnya.

Kedua, Gus Fikri menyebutkan jenis Kiai sumur. Disebut demikian karena tipe kiai ini lebih suka di rumah atau dipesantren untuk mengaji bersama santri.
Para santri menyerap ilmu dari kiai tersebut ibarat seseorang yang mengambil air langsung dari sumur.

Setiap hari pekerjaannya bergelut dengan kajian-kajian kitab kuning. Kiai jenis ini lebih membatasi aktivitas ceramah agama diluar dengan alasan lebih fokus mendampingi tumbuh kembang para santri.

“Sebagian jenis kiai itu ada yang betah di rumah dan hidup bersama santri. Mereka jarang terlihat keluar jauh dari pesantren,” tambah Gus Fikri.

Kedua jenis kiai ini punya kekurangan dan kelebihan masing-masing yang kadang tak bisa ditiru oleh manusia lain. Gus Fikri menyarankan untuk terlebih dahulu mengetahui karakter diri masing-masing. Selanjutnya pilih lah diantara kedua jenis kiai ini yang cocok dengan karakter sang pemilih.

“Kalau santri punya keahlian dibidang public speaking (kecerdasan verbal) atau interpersonal, maka sebaiknya dia memilih tipe kiai panggung atau penceramah. Karena itu akan mempermudah proses hidupnya kedepan.
Namun bila santri tersebut lebih suka di kelas atau di rumah dan maka lebih baik pilih kiai sumur. Intinya sesuai karakter masing-masing individu,” pungkas Gus Fikri.(solid/kla)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita