Jeritan Orang Tua Siswa SMP Favorit yang Tidak Mampu Bayar Iuran Sekolah

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah tugasnya hanya belajar, tapi ini bertolak belakang dengan apa yang dialami Rizky Priyanto, anak dari pasangan Supeno (53) dan Sumianti (48) yang beralamat di Desa Pecuk,Kecamatan Patianrowo,Kabupaten Nganjuk ini, dia terancam putus sekolah karena masalah biaya.

Pasalnya program pemerintah wajib belajar 9 tahun dan rintisan 12 tahun, yang bertujuan untuk meringankan beban orang tua (wali murid) dan bahkan menggratiskan bagi kalangan tertentu tidak berlaku di sekolah SMP Negeri 1 Kertosono tempat Rizky menimba ilmu.

Dari pantuan kedua orang tua Rizky terkait pembayaran iuran sekolah sebesar Rp 750.000,-, “Saya sudah mengajukan surat keterangan tidak mampu (SKTM) tapi ditolak oleh pihak sekolah dan harus dibayar.” Terangnya

Lanjut, “ saya sudah membayar uang sebesar Rp 700.000,- kepada pihak sekolah, akan tetapi oleh pihak sekolah belum diberi kwitansi pembayaran. Pihak sekolah berdalih akan memberikan kwitansi tersebut ke Rizky,”kata orang tua Rizky

Berdasarkan keterangann tersebut, Ibu Rizky jatuh sakit dan dirawat di RSUD Kertosono,pasalnya dia mengkuatirkan Rizky yang meninggalkan rumah tanpa pamit dan tidak masuk sekolah selama dua minggu tanpa diketahui sebabnya. Bahkan dikabarkan Rizky bekerja di proyek jalan Tol di wilayah Sukomoro-Nganjuk. Mungkin hal ini bisa terjadi karena Sumianti sering menanyakan kwitansi pembayaran,setiap Rizkypulang sekolah.

Sementara Kepala Sekolah  SMPN 1 Kertosono Hariyanto  mengatakan pihaknya sudah melakukan pembinaan kepada anak didiknya yang kurang mampu itupun jauh-jauh hari kami lakukan.

“Kami sudah membebaskan semua biaya kepada anak didik kami yang kurang mampu,”bebernya ketika ditemui diruang kerjanya

Ditempat terpisah Kepala Desa Pecuk Eko Nurkaji Hariadi, membenarkan terkait keluarga Rizky,”Emang benar mas, keluarganya rizky itu kurang mampu dan pengahasilanya dibawah rata-rata. Bapaknya kerja serabutan, tapi orang tua mana mas yang gak mau anaknya sekolah ditempat favorit dan kenyataanya SKTM dari Desa ditolak oleh pihak sekolah,” ujarnya.(yan/linduaji)

Index Berita