Pekerjaan di Malam Hari Tanpa Tenaga Ahli Diduga Penyebab Retaknya Jalan Rigid Beton Jujun - Sungai Penuh

indonesiasatu, 11 Oct 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

KERINCI - Pekerjaan kontruksi jalan Nasional rigid beton Jujun - Sungai Penuh yang dikerjakan oleh PT.Sinar Karya dengan alamat kantor Desa Air Tenang kecamatan Air Hangat kabupaten Kerinci, dengan nilai pagu 17 Milyar lebih menggunakan anggaran APBD provinsi Jambi, menuai kecaman dan polemik diberbagai pihak, khususnya disembilan Desa Tanjung Pauh.

Pasalnya, selain tidak memasang papan nama proyek dan tidak ramah lingkungan, hasil dari pekerjaan tersebut ditemukan keretaakan dibanyak titik. Diduga Salah satu penyebab dari retaknya jalan tersebut menurut warga adalah pekerjaan sering dikerjakan pada malam hari, tanpa ada pengawas baik tenaga ahli dari pemilik pekerjaan, maupun tenaga ahli dari pelaksana pekerjaan.

Dari pantauan Indonesiasatu.co.id dilokasi, pihak pelaksana pekerjaan diduga kuat mengabaikan aturan yang berlaku, salah satunya adalah pekerjaan dilakukan dimalam hari tanpa adanya lampu penerangan yang memadai, sehingga kwalitas pekerjaan diduga tidak sesuai dengan standar yang diinginkan, hingga ditemukan keretakan dibanyak titik.

Dan parahnya lagi, dilokasi pekerjaan tidak ditemukan tenaga ahli yang berpengalaman sebagai pengarah teknis, padahal pekerjaan dimalam hari tingkat kesulitannya sangat tinggi dan butuh penanganan berbeda dengan siang hari.

Bukan itu saja, peralatan yang digunakan diduga kuat tidak memenuhi Standart Nasional Indonesi (SNI), tidak ditemukan alat seperti mesin ginset, alat ukur lengkap bor listrik, theodolite dan waterpas, hingga minimnya penyiraman beton yang telah dicor untuk menjaga stabiltas tekanan suhu udara.

Selain itu, pemadatan menggunakan mesin pemadat (concrete vibrator)) diduga asal - asalan, sehingga tidak bisa mengeluarkan pengap udara yang terperangkap dalam beton sehingga terjadi bleeding.

" minimnya perawatan setelah dicor, beton ditutup selama beberapa hari sampai mengeras, tanpa adanya penyiraman secara memadai dan berkala" Ungkap salah seorang warga yang diketahui juga mantan kontraktor.

Dan lanjutnya lagi, seharusnya perawatan beton dilakukan setelah beton mencapai final setting, artinya beton telah mengeras, agar proses hidrasi tidak mengalami gangguan" Jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT.Sinar Karya maupun Dinas PUPR Jambi belum bisa dikonfirmasi.(sony)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu