Polri: Viral Penangkapan Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz di Samarinda, Itu HOAX

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Polri mengonfirmasi bahwa viralnya informasi di media sosial mengenai penangkapan Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz sebagai kabar bohong atau hoaks. Polisi saat ini sedang memburu penyebar hoaks tersebut.

“Bahwa info Habib Umar ditangkap itu tidak benar, hoaks. Sudah diklarifikasi oleh panitia penyelenggara dan pihak Polresta Samarinda. Pelaku (penyebar hoaks) sementara masih kami profiling,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. saat dikonfirmasi, Senin (15/10/2018)

Hoax soal penangkapan Habib Umar itu tersebar di media sosial dan lewat WhatsApp. Dalam video yang tersebar tampak polisi mengenakan helm dan membawa senjata laras panjang berjaga di pintu masjid. Polisi kemudian berjalan di kiri-kanan Habib Umar hingga masuk ke dalam sebuah mobil.

Brigjen Pol Dedi menerangkan video itu dibuat saat Habib Umar memberi ceramah di Stadion Madya Sempaja dan Masjid Baitul Mutaqien Komplek Islamic Center pada Kamis (11/10/2018). Ribuan jemaah hadir mengikuti acara itu.

“Pihak panitia meminta pengawalan ketat dengan tujuan untuk menjaga keamanan dan kelancaran Al Habib Umar selama di Samarinda, sehingga selama giat tersebut dilakukan pengawalan-pengawalan oleh Brimob,” jelas Brigjen Pol Dedi.

Video pengamanan itu kemudian beredar pada Sabtu (13/10/2018) lalu. Video itu kemudian ditambahkan informasi hoaks yang menyebut Habib Umar ditangkap.

“Tanggal 13 Oktober beredar isu viral di Facebook video pengamanan Habib Umar yang berikan teks ‘Astagfirullah…Inalillahi… Habib Umar ditangkap di Samarinda ketika sedang ceramah. Ya Allah akhirilah kezholiman ini… Wahai rezim ingatlah darah ulama itu beracun…!!!’,” papar Karopenmas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M.menjelaskan informasi yang beredar viral.(hy)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita