Kemendikbud Soroti Kesantunan Pelajar dan Mahasiswa dalam Memanfaatkan Media Digital

Kemendikbud Soroti Kesantunan Pelajar dan Mahasiswa dalam Memanfaatkan Media Digital
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukaan (Balitbangbuk), Totok Suprayitno

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak), menyelenggarakan Webinar Diskusi Kebijakan Tematik “Krisis Kesantunan dan Pemanfaatan Media Digital pada Pelajar dan Mahasiswa”, pada Rabu (31/3/2021). Acara ini diadakan untuk meningkatkan kesantunan pelajar dan mahasiswa dalam pemanfaatan media digital.

BROADCAST.CO.ID
market.biz.id BROADCAST.CO.ID
20% Rp 125.000
Beli sekarang!

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukaan (Balitbangbuk), Totok Suprayitno mengatakan bahwa salah satu disrupsi digital yang kurang mendapat penanganan serius adalah kesantunan dan karakter. “Isu kesantunan dan karakter ini saya kira juga bagian dari disrupsi digital, bahkan bisa menjadi sangat permanen dan fundamental sehingga sangat penting menjadi bagian dari program pendidikan kita, ” ungkapnya saat memberikan sambutan secara daring.

WARTA.CO.ID
market.biz.id WARTA.CO.ID
20% Rp 125.000
Beli sekarang!

Totok Suprayitno melanjutkan bahwa sebagaimana kita ketahui elemen inti (the core of element) dari pendidikan adalah karakter. Lebih lanjut, ia merujuk pada kutipan yang mengatakan education without character is not education at all. “Kemudian, kalau elemen inti dari pendidikan itu disruptif, kemudian kita menganggap bahwa seolah-olah itu tidak ada, itu saya kira sebuah kesalahan besar, ” imbuhnya.

UPDATES.CO.ID
market.biz.id UPDATES.CO.ID
20% Rp 125.000
Beli sekarang!

Perubahan sistem nilai dalam hal kesopanan, baik atau tidak baik, semestinya kata Totok, ada pijakan yang lebih jelas. Hal itu mengingat Indonesia sarat keragaman budaya. “Boleh Anda mengglobal, bergaul dengan siapa pun, tetapi pijakan niai-nilai ke-Indonesiaan-nya jangan dilupakan, jangan terbawa arus apalagi yang negatif, ” tutur Totok.

ARTIST.CO.ID
market.biz.id ARTIST.CO.ID
20% Rp 125.000
Beli sekarang!

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbangbuk, Kemendikbud, Irsyad Zamjani mengatakan bahwa salah satu hal yang mendorong diskusi ini adalah hasil survei yang  dilakukan oleh Microsoft di Asia Pasifik yang secara ringkas mengatakan bahwa tingkat kesantunan digital (digital civility) dari masyarakat Indonesia paling rendah se-Asia Tenggara.

Doppio espresso shot ganda
market.biz.id Doppio espresso shot ganda
16% Rp 7.300
Beli sekarang!

“Hasil survei dari Microsoft salah satunya menunjukkan bahwa tingkat kesantunan kita dalam konteks digital itu kurang menggembirakan, tentu saja ini sangat debatable karena di media massa dan media sosial itu cukup mengundang pro dan kontra terhadap hasil dari survei Microsoft ini, tetapi kita dapat mengambil sebagai bahan masukan, terutama untuk memperkuat pendidikan karakter dalam konteks kebijakan di Kemendikbud, ” ujarnya.

Irsyad Zamjani menambahkan bahwa media sosial telah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Untuk itu, kesantunan dalam memanfaatkan media digital, khususnya media sosial perlu ditekankan dalam pendidikan karakter, terutama di zaman digital saat ini.

Anjuran bagi Pelajar dan Mahasiswa agar Santun Memanfaatkan Media Digital

PERS.CO.ID
market.biz.id PERS.CO.ID
20% Rp 125.000
Beli sekarang!

Pada kesempatan yang sama, Education Lead Microsoft Indonesia, Benny Kusuma mengatakan bahwa ada empat hal yang dianjurkan dalam pemanfaatan media digital. Hal inilah yang  menjadi tantangan dari Microsoft dan ditanyakan kepada para responden survei Digital Civility Index Microsoft 2020. Di antaranya adalah penerapan aturan untuk saling menghargai dan menghormati orang lain sebelum merespons; menghormati adanya perbedaan; sebelum menjawab atau merespons, berhenti sejenak, di Indonesia populer dengan istilah tabayyun; serta bagaimana kita membela diri kita sendiri dan orang lain saat kita melihat ada seorang atau pihak yang dilakukan secara tidak adil dan tidak benar.

Benny Kusuma menambahkan bahwa survei tersebut dibagi menjadi dua kategori. Pertama, dewasa yang berumur 18—74 tahun. Kedua, remaja yang berumur 13—17 tahun. Selanjutnya, terdapat empat pertanyaan yang ditambahkan pada survei yang dilakukannya. Pertama, nilai secara keseluruhan dari kesantunan digital yang dialami oleh responden. Kedua, apakah ada perundungan, kata-kata kasar yang diterima secara daring, baik lingkup ruang kerja atau di luar lingkup ruang kerja dan anak-anak di lingkup sekolah dan luar sekolah.

Ketiga, organisasi mana yang menurut mereka memberikan kontribusi terhadap perbaikan tingkat kesantunan secara daring. Keempat dampak dari Covid-19 terhadap tingkat kesantunan tersebut.

Benny Kusuma mengungkapkan hasil yang menggembirakan di mana remaja yang berusia 13—17 tahun memiliki tingkat kesantunan yang cenderung lebih tinggi dibandingkan segmen usia lainnya. Para remaja dinilai berani menerapkan empat anjuran dalam pemanfaatan media sosial.

“Karena anak-anak itu lebih bisa menghargai privasi orang lain, membela diri ketika diserang secara daring, berhenti sebelum merespons untuk memikirkan benar tidaknya, dan menghargai perbedaan pendapat, ” ungkap Benny Kusuma.

WARTADESA.CO.ID
market.biz.id WARTADESA.CO.ID
20% Rp 125.000
Beli sekarang!

Pembicara lain yakni Dosen Fakultas Psikologi UI, Laras Sekarasih mendefinisikan literasi media secara umum yakni kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memproduksi media termasuk meningkatkan manfaat dan meminimalkan risiko dalam menggunakan media.

Mencermati perkembangan zaman, Laras menekankan pentingnya kemampuan individu dalam mengevaluasi pesan dan konten yang terdapat atau tersebar di media, melindungi privasi dan identitas diri serta kecerdasan dalam mengunggah dan berkomentar.

“Kalau kita bicara peran orang dewasa, ada keluarga dan sekolah yang berperan dalam kesantunan menggunakan media digital. Bagaimana caranya, pertama membuat kesepakatan dan kedua cegah penyebaran rumor dengan melakukan cek dan cek ulang sebelum menyebarkan. Hal ini dilanjutkan dengan memberikan koreksi dengan memberikan fakta, ” terang Laras.

Senada dengan hal itu, Peneliti Puslitjak, Balitbangbuk, Kemendikbud, Ferdi Widiputera menjelaskan bahwa dalam menghadapi era disrupsi, kita harus mempersiapkan berbagai cara untuk bergerak dan berhasil dengan mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan media digital ini dengan bijaksana.

“Peran dari orang tua dan guru harus saling melengkapi dan bersamaan dalam memberikan pemahaman dan pengawasan kepada anak dalam hal penggunaan media TIK. Kemudian, harus ada pelatihan dan pendampingan terhadap pemahaman tentang media TIK sendiri, tidak hanya ke murid, tetapi kepada orang tua dan guru pun perlu dilakukan, ” pesan Ferdi Widiputera.(***)

KEMENDIKBUD
JOURNALIST.ID

JOURNALIST.ID

Artikel Sebelumnya

Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Kemendikbud...

Artikel Berikutnya

Kemensos Salurkan Bantuan Kedaruratan bagi...

Berita terkait

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 416

Postingan Tahun ini: 1784

Registered: May 25, 2021

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 398

Postingan Tahun ini: 2354

Registered: Apr 8, 2021

Indra Gunawan

Indra Gunawan verified

Postingan Bulan ini: 156

Postingan Tahun ini: 640

Registered: Nov 15, 2021

KODIM SURABAYA TIMUR

KODIM SURABAYA TIMUR verified

Postingan Bulan ini: 126

Postingan Tahun ini: 532

Registered: Oct 4, 2021

Profle

Narsono Son verified

Cegah Penebangan Liar, Bhabinkamtibmas Desa Boak Lakukan Patroli Gabungan
Kembali 3 terduga Tindak Pidana Narkotika Diamankan Satresnarkoba Polresta Mataram
Ombudsman RI Ganjar Kemenkumham Penghargaan Soal Kepatuhan 
Tidak Menggunakan Pawang Hujan Saat Formula E, HMPI Jakarta: Itu Bukti Menghargai Ilmu Pengetahuan

Rekomendasi

Ar Raudah FC Juara Liga Santri Piala Kasad Tahun 2022 Di Kabupaten Kotabaru
Raya Borong Juara 1 di Sekolah MDT Al-qurtubiyah dan MI Cikakak
Jelang Libur Sekolah UPTD SD Inpres Polo Pangale Gelar Penyerahan Raport dan lomba Kebersihan Kelas
Menjelang Libur Sekolah UPTD SD Inpres Polo Pangale Gelar Penyerahan Raport dan lomba Kebersihan Kelas
35 Anak Di Khitan Massal TNI

Ikuti Kami