Wamen Budi Arie: Sektor Pariwisata di Bali akan Memiliki Daya Ungkit bagi Pemulihan Ekonomi Warga Desa

Wamen Budi Arie: Sektor Pariwisata di Bali akan Memiliki Daya Ungkit bagi Pemulihan Ekonomi Warga Desa
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi

JAKARTA - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi mengatakan, Provinsi Bali memiliki 588 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang pada tahun 2019 berhasil meraih omzet hingga Rp274 Miliar. Ia berharap, desa-desa di Bali yang memiliki ratusan BUMDes tersebut terlibat aktif dalam proses pemulihan ekonomi, khususnya di Provinsi Bali.

Hal tersebut dikatakan saat menjadi pembicara pada Bali Economic and investmen forum secara daring di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

“Kita tahu bahwa warga desa di Bali tidak sekadar menjadi penonton, tapi aktif dan produktif dari proses ekonomi yang terjadi, ” ujarnya.

Wamen Budi Arie mengatakan, pemulihan ekonomi melalui sektor Pariwisata di Bali akan memiliki daya ungkit bagi pemulihan ekonomi warga desa di berbagai sektor, terutama pada pengembangan ekonomi kreatif dan sektor yang mengandalkan kearifan lokal. Ia berharap, kesempatan tersebut dapat ditangkap dengan cepat oleh desa.

“Dalam pemulihan pariwisata di Bali akan berdampak pada industri kerajinan atau cinderamata, dimana aktor penggeraknya adalah warga masyarakat desa, ” ujarnya.

Menurutnya, desa-desa di Bali memiliki potensi besar untuk mengambil bagian dalam pemulihan ekonomi di Bali. Sebab, Bali sendiri merupakan provinsi yang tidak lagi memiliki desa sangat tertinggal dan desa tertinggal.

“Bali memiliki pembangunan desa yang sangat baik. IDM (Indeks Desa Membangun) di Provinsi Bali menunjukkan tidak ada desa tertinggal dan sangat tertinggal di Bali, ” ungkapnya.

Ia berharap, di masa pandemi covid-19 ini, pemulihan ekonomi desa-desa di Provinsi Bali dapat berkembang lebih cepat, sehingga menjadi penopang pemulihan ekonomi daerah. Meski demikian ia mengingatkan, bahwa aktivitas pemulihan ekonomi harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Tetap lakukan protokol kesehatan yang ketat, dan disiplin dimana proses vaksinasi dan protokol kesehatan yang lebih adaptif, ” ujarnya.(***)

KEMENDES PDTT
JOURNALIST.ID

JOURNALIST.ID

Previous Article

Abdul Halim Iskandar: BPJS Ketanagakerjaan...

Next Article

Kemensos Salurkan Bantuan Kedaruratan bagi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 154

Postingan Tahun ini: 154

Registered: Jul 16, 2020

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 106

Postingan Tahun ini: 106

Registered: May 25, 2021

Muh. Ahkam Jayadi

Muh. Ahkam Jayadi verified

Postingan Bulan ini: 98

Postingan Tahun ini: 98

Registered: Aug 19, 2021

Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra

Postingan Bulan ini: 91

Postingan Tahun ini: 91

Registered: Jul 10, 2020

Profle

Yulistar verified

Gotong royong, Dalam Dua Minggu Relawan Peduli Sosial Bengkalis Bangun Rumah Syahrudin
Tahun 2022, Kasus KPU Bengkalis Akan Naik ke Penyidikan
Penerimaan Pajak 2021 Bapenda Bengkalis, Melebihi Target Capai Rp. 82.1 Miliar
Catatan Tahun 2021, Program Unggulan Bupati Bengkalis RoRo 24 jam Tak Seperti Diharapkan

Follow Us

Recommended Posts

Wagub Audy Sendir Walikota Padang: Jangan Jomblo Lagi Dong
Meluapnya Kali Jompo Rendam Sebagian Rumah Warga, Dandim 0824/Jember Bersama Bupati Turun ke Lapangan
Kolaborasi BKKBN Jatim dan TVRI Percepat Penurunan Stunting di Jawa Timur
Miliki Serbuk Kristal dan Daun Ganja Siap Jual, Warga Kecamatan Tiga Lingga Diborgol
Polsek Kronjo Gelar Vaksinasi Untuk Anak di MI Raudhatul Aulad Al Hidayah