Wikan Sakarinto: Minat Masyarakat terhadap Pendidikan Vokasi Cukup Tinggi

Wikan Sakarinto: Minat Masyarakat terhadap Pendidikan Vokasi Cukup Tinggi
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto

JAKARTA - Dunia pendidikan terus mengalami evolusi seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. Saat ini, pendidikan di Indonesia telah diarahkan untuk mampu mencetak lulusan yang berkualitas. Sekolah menengah kejuruan (SMK) dan pendidikan tinggi vokasi menjadi pilihan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan. Saat ini minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi cukup tinggi. Hal tersebut terungkap dari riset bertajuk “Survei Ketertarikan Masyarakat terhadap Pendidikan Vokasi” yang diselenggarakan Kemendikbud bekerja sama dengan MarkPlus, Inc.

HUMAS.CO.ID
market.biz.id HUMAS.CO.ID
20% Rp 125.000
Beli sekarang!

Hasil survei menunjukkan, sebanyak 82, 05 persen responden tertarik melanjutkan pendidikan ke SMK dan 78, 6 persen responden tertarik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi vokasi. Faktor ketertarikan terbesar terhadap SMK dipengaruhi oleh prospek kerja yang dinilai bagus (57, 8 persen) dan pilihan jurusan yang banyak (51, 95 persen). Sementara itu, faktor ketertarikan terbesar terhadap pendidikan tinggi vokasi dipengaruhi oleh prospek kerja yang bagus (68, 7 persen), studi yang singkat (46, 1 persen), dan dinilai dapat langsung bekerja setelah lulus (41, 7 persen).

Hasil riset dikemukakan dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud pada Jumat (9/4/2021). Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto mengatakan, hasil survei terkait animo masyarakat terhadap pendidikan vokasi merupakan fenomena yang menyenangkan.

Vixion 2017 Full Modif Keren
market.biz.id Vixion 2017 Full Modif Keren
4% Rp 25.000.000
Beli sekarang!

“Tetapi, ini harus dituntaskan terus dengan program link and match. Artinya, ini harapan kita untuk mendapatkan peserta didik pendidikan vokasi yang lebih passionate dari sebelumnya, ” kata Wikan. Ia menuturkan, hasil survei tersebut menjadi motivasi bagi Kemendikbud, khususnya Ditjen Pendidikan Vokasi, termasuk kepala sekolah, guru, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan, untuk terus memajukan pendidikan vokasi di Indonesia.

Dalam webinar tersebut, hadir juga Founder & Chairman MarkPlus, Inc., Hermawan Kartajaya. Ia mengatakan, hasil survei juga menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan sejumlah responden terhadap pendidikan tinggi vokasi masih berada di bawah SMK. “Namun, mayoritas responden mengaku aware dengan pendidikan SMK dan pendidikan tinggi vokasi, di mana sumber informasi terbesar adalah melalui teman, ” ujarnya dalam webinar.

Menurut Hermawan, dari hasil survei tersebut diperlukan adanya peningkatan awareness terhadap pendidikan tinggi vokasi untuk dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat. “Setelah awareness dari pendidikan vokasi meningkat, bisa dilanjutkan untuk melakukan komunikasi terhadap kualitas dari SMK dan pendidikan tinggi vokasi, dan akhirnya melakukan pendekatan entrepreneurial marketing untuk pendidikan vokasi, khususnya kepada siswa SMK dan mahasiswa D3, ” tutur Hermawan.

Kemendikbud dan MarkPlus, Inc. mengadakan riset bertajuk “Survei Ketertarikan Masyarakat terhadap Pendidikan Vokasi” dengan tujuan untuk mengetahui ketertarikan calon peserta didik/orang tua terhadap pendidikan SMK dan pendidikan tinggi vokasi. Keseluruhan responden berjumlah 890 orang, yang terdiri atas 390 responden untuk target pendidikan SMK dan 500 responden untuk target pendidikan tinggi vokasi. Responden untuk SMK terdiri atas peserta didik SMP, orang tua SMP, dan orang tua SD. Sementara responden untuk pendidikan tinggi vokasi terdiri atas peserta didik SMK, peserta didik SMA, orang tua SMK, dan orang tua SMA.

Ada lima hal yang digali dalam riset ini, yaitu kesadaran atau awareness responden terhadap pendidikan tinggi vokasi maupun SMK; sumber informasi; persepsi peserta terhadap pendidikan tingggi vokasi dan SMK; alasan ketertarikan; dan hingga keinginan rekomendasi. Survei ini tidak hanya melibatkan para siswa, tetapi juga orang tua untuk melihat persepsi orang tua terhadap jenjang pendidikan.

Kepiting Goreng Spesial
market.biz.id Kepiting Goreng Spesial
13% Rp 8.509
Beli sekarang!

Survei dilakukan di 10 wilayah di Indonesia dengan mempertimbangkan jumlah siswa-siswa terbanyak, persebaran wilayah responden, pemilihan kota/titik utama, juga komposisi siswa SMK. Kesepuluh wilayah tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Bali,   dan Sulawesi Utara. Secara keseluruhan, riset ini menggunakan margin of error 5 persen, dengan tingkat confidence level 95 persen.

Dari sisi awareness, mayoritas responden mengaku aware dengan pendidikan SMK dan pendidikan tinggi vokasi. Sejumlah 92, 3 persen responden mengetahui informasi seputar SMK, sedangkan 70, 6 persen responden mengetahui informasi mengenai pendidikan tinggi vokasi.

Di sisi lain,   responden dengan kategori orang tua siswa SMK, ingin agar anaknya dapat melanjutkan pendidikan ke pendidikan tinggi pada fakultas vokasi dengan pertimbangan prospek ke depan (37, 9 persen). Berbeda dengan responden dari kategori orang tua siswa SMA, yang ingin agar anaknya memilih pendidikan tinggi fakultas nonvokasi dengan pertimbangan kualitas dan reputasi dari instansi (41, 3 persen).

Selain ketertarikan, riset ini juga menanyakan mengenai pendapat peserta didik SMK terhadap pembelajaran dan pengalaman yang dirasakan pada lembaga/instansi SMK. Dalam skala 1 (sangat tidak setuju) hingga 6 (sangat setuju), hasil riset menemukan bahwa keseluruhan responden sepakat bahwa mereka menyukai dan berbahagia dalam bersekolah di SMK (skala 5, 34). Mayoritas responden memilih SMK dengan alasan terdapatnya jurusan yang diminati (skala 5, 26). Selain itu, responden juga menyatakan bahwa pemilihan terhadap SMK tersebut didasarkan atas keinginan sendiri (skala 5, 23).

Survei ini diharapkan dapat menjadi pacuan bagi dunia pendidikan, terutama pendidikan tinggi vokasi untuk terus meningkatkan awareness dan mengomunikasikan kualitas dan reputasi dari pendidikan vokasi. (Denty Anugrahmawaty/Desliana Maulipaksi)

KEMENDIKBUD
JOURNALIST.ID

JOURNALIST.ID

Artikel Sebelumnya

Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Kemendikbud...

Artikel Berikutnya

Kemensos Salurkan Bantuan Kedaruratan bagi...

Berita terkait

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 416

Postingan Tahun ini: 1784

Registered: May 25, 2021

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 398

Postingan Tahun ini: 2354

Registered: Apr 8, 2021

Indra Gunawan

Indra Gunawan verified

Postingan Bulan ini: 156

Postingan Tahun ini: 640

Registered: Nov 15, 2021

KODIM SURABAYA TIMUR

KODIM SURABAYA TIMUR verified

Postingan Bulan ini: 126

Postingan Tahun ini: 532

Registered: Oct 4, 2021

Profle

Narsono Son verified

Cegah Penebangan Liar, Bhabinkamtibmas Desa Boak Lakukan Patroli Gabungan
Kembali 3 terduga Tindak Pidana Narkotika Diamankan Satresnarkoba Polresta Mataram
Ombudsman RI Ganjar Kemenkumham Penghargaan Soal Kepatuhan 
Tidak Menggunakan Pawang Hujan Saat Formula E, HMPI Jakarta: Itu Bukti Menghargai Ilmu Pengetahuan

Rekomendasi

Polsek Saronggi Pantau Ketersediaan dan Harga Minyak Goreng Curah
Ar Raudah FC Juara Liga Santri Piala Kasad Tahun 2022 Di Kabupaten Kotabaru
Raya Borong Juara 1 di Sekolah MDT Al-qurtubiyah dan MI Cikakak
Jelang Libur Sekolah UPTD SD Inpres Polo Pangale Gelar Penyerahan Raport dan lomba Kebersihan Kelas
Menjelang Libur Sekolah UPTD SD Inpres Polo Pangale Gelar Penyerahan Raport dan lomba Kebersihan Kelas

Ikuti Kami